Bagaimana Allah Yang Mahakuasa Menciptakan Alam Semesta?

Para ilmuwan telah menghasilkan penemuan yang penting dalam tahun-tahun terakhir ini. Penemuan penting tersebut adalah: sebelum alam semesta terbentuk tidak terdapat apa-apa. Tidak ada daratan, udara, air, atau bintang-bintang; bahkan tidak ada angkasa. Di dalam ketiadaan ini ada sebuah titik kecil. Titik ini begitu kecilnya sehingga sulit untuk dilihat mata. Sangat banyak materi dimampatkan dalam titik ini. Kemudian, dengan seketika titik ini meledak. Saat meledak, semua materi yang termampatkan di dalamnya tersebar. Setelah itu mereka bergabung bersama untuk membentuk atom-atom pertama, kemudian dari atom-atom ini, bintang-bintang, matahari kita, Bumi dan planet-planet lain. Para ilmuwan menamakan ledakan ini “Dentuman Besar”. Segala sesuatu dalam alam semesta terbentuk dari Dentuman Besar ini.

Sekarang kamu harus memikirkan sesuatu yang sangat penting. Coba bayangkan kamu meletakkan potongan-potongan puzzle secara acak ke dalam sebuah balon. Setelah itu, kamu meniup balon itu dan kemudian dengan seketika kamu ledakkan. Katakanlah balon itu di-“dentum-besarkan”. Lalu, apa yang terjadi pada potongan-potongan puzzle yang kamu letakkan di dalam balon? Dapatkah potongan-potongan ini membentuk gambar rumah yang indah atau gambar bandara, hal yang tidak gampang untuk kamu kerjakan? Atau akankah mereka bertebaran di sekitar ruangan? Tentu saja, mereka akan bertebaran di sekitar ruangan. Harus kamu sendiri yang mengumpulkan potongan-potongan itu dan membentuk gambar bandara atau rumah.

Sebagaimana kamu sadari, Allah Yang Mahakuasa adalah Pencipta “Dentuman Besar” tersebut, pengatur materi yang bertebaran di angkasa setelah peristiwa “Dentuman Besar”, dan dengan mengumpulkan semua materi ini, Ia juga merupakan Pencipta matahari, Bumi, planet-planet dan bintang-bintang. Yakni, Allah Yang Mahakuasa memerintahkan “Jadilah” dan dalam seketika menciptakan semua planet, bumi dan matahari kita, saat tidak ada apa-apa. Ini karena Allah Yang Mahakuasa adalah yang paling …… dan …….. Kekuatan-Nya mencakup segala sesuatu. Jika Ia menginginkan sesuatu, Ia dapat menciptakannya dengan seketika.

Allah Yang Mahakuasa telah menurunkan kepada kita kitab-Nya “Al Quran yang suci”. Kita dapat menemukan semua jawaban yang benar tentang segala sesuatu dari Al Quran ini. Contohnya, jika kita bertanya, “Bagaimana Allah Yang Mahakuasa menciptakan segala sesuatu?” Allah menjawabnya dalam Al Quran dengan firman-Nya: “……..” (Surat Al An’aam:101)

buku referensi : mengungkap kekeliruan teori darwin. pen : Harun Yahya

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

MARI MENYELIDIKI KEKELIRUAN TEORI EVOLUSI karya HARUN YAHYA

Anak-anak…
Pernahkah kalian memikirkan hal-hal berikut ini?
• “Bagaimana alam semesta tercipta?”
• “Bagaimana matahari dan bulan bermula?”
• “Di manakah kamu sebelum dilahirkan?”
• “Bagaimana lautan, pohon-pohon, dan hewan-hewan muncul?”
• “Bagaimana buah-buahan yang beraneka warna dan beraroma harum yang kita sukai, seperti pisang, rambutan, manggis, muncul dari tanah yang sangat gelap? Siapa yang memberi mereka warna dan aroma?”
• “Dari mana lebah yang mungil belajar bagaimana membuat madu yang begitu lezat? Bagaimana ia membuat sarang yang memiliki sudut-sudut yang sempurna?”
• “Siapakah manusia pertama?”
• “Ibumu telah melahirkanmu. Tapi manusia pertama tidak mungkin memiliki ibu atau bapak. Lalu bagaimana manusia pertama ini muncul?”
Dalam buku ini, kamu akan mempelajari jawaban-jawaban yang paling benar atas semua pertanyaan tadi.
Tahukah kamu apa jawaban yang paling benar? Segala sesuatu yang kamu lihat di sekitarmu, termasuk gurumu sendiri, teman-temanmu, orang tuamu, Bumi, matahari, makananan yang kamu sukai, pisang, manggis, rambutan, bunga-bunga yang beraneka warna, aroma yang harum, manusia, kucing, anjing, semut, lebah, kuda, burung, kupu-kupu… pendeknya, segala sesuatu diciptakan oleh Allah Yang Mahakuasa.
Kami akan bertanya, “Pernahkah kamu memikirkan dari mana lebah yang mungil itu belajar bagaimana membuat madu yang begitu lezat?” Ya, Allah Yang Mahakuasa-lah yang mengajari lebah membuat madu.
Tetapi, ada orang-orang yang mengingkari hal-hal tersebut. Mereka tidak percaya bahwa Allah Yang Mahakuasa telah menciptakan segala sesuatu dan mereka mendustakannya. Mereka disebut ‘evolusionis’, dan pengingkaran mereka disebut ‘evolusi’.
Bagaimana Alam Semesta Tercipta?
Tahukah kamu apa itu alam semesta? Alam semesta adalah ruang tak berbatas yang ditempati Bumi, matahari, bulan, planet-planet dan bintang-bintang. Bahkan jika kamu berkelana berjuta-juta kilometer untuk mencapai ujung angkasa, kamu tidak akan sanggup. Kenapa? Karena angkasa terlalu luas untuk digambarkan.
Bumi berada di dalam angkasa tak berbatas ini. Matahari, bulan, dan jutaan bintang-bintang juga berada di dalamnya.
Lalu bagaimana semua ini terbentuk? Matahari misalnya, bagaimana ia tercipta? Atau bumi kita, bagaimana ia muncul?
Ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Jawaban yang benar dan yang salah. Jawaban yang salah antara lain disampaikan oleh mereka yang mempercayai teori evolusi. Dan pada halaman berikut, pertama kita akan lihat bagaimana jawaban yang salah dan kemudian jawaban yang benar.___________
Misalkan seorang temanmu meletakkan tanah, batu dan sedikit air ke dalam sebuah kotak besar. Kemudian ia mengatakan bahwa setelah menunggu sekitar dua tahun, sebuah komputer akan muncul dari kotak itu. Kamu tentu akan merasa geli dengan pemikiran seperti itu, bukan?____________________________________
The Wrong Response: Jawaban yang Keliru

Mereka yang keliru menjawab: Alam semesta senantiasa ada dan ia terjadi dengan sendirinya. Yaitu, secara kebetulan berbagai zat berkumpul bersama membentuk matahari, bintang-bintang, Bumi, lautan, pepohonan, sungai-sungai dan gunung-gunung,.
Masuk akalkah pemikiran ini menurutmu? Jika seorang temanmu datang dan berkata, “Aku telah meletakkan tanah, batu dan sedikit air ke dalam sebuah kotak besar. Setelah dua tahun sebuah komputer muncul dari kotak itu,” percayakah kamu? Kamu mungkin akan mengira dia sedang bercanda atau berbohong.
Kaum evolusionis juga berbohong secara terang-terangan seperti itu. Sebuah komputer saja tidak dapat muncul dengan sendirinya secara kebetulan. Pertama, ada yang merencanakan bagaimana bentuk komputer itu, dan memutuskan komponen apa yang akan digunakan. Lalu dalam pabrik yang besar para insinyur, ahli teknik, dan ratusan pekerja berkumpul. Mereka menggunakan mesin-mesin besar untuk membuat komputer itu. Jadi, ketika kamu melihat sebuah komputer, kamu akan tahu bahwa ia tidak muncul begitu saja. Bukankah amat jelas bahwa orang-orang yang membuat komputer itu sangat pintar?
Matahari, Bumi dan tumbuh-tumbuhan jauh lebih besar. Jadi, jika ada yang membuat komputer, maka mestilah ada kekuatan yang menciptakan matahari, Bumi dan bintang-bintang.

Jawaban yang Benar:
Lalu bagaimanakah jawaban yang benar? Matahari, Bumi, planet-planet, dan bintang-bintang diciptakan oleh Allah yang Mahakuasa. Segala sesuatu yang ada di alam semesta sempurna dan teratur. Karena, Allah yang Mahakuasa telah menciptakan alam semesta, dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya.

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

kisah teladan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

 

اللّهمّ صلّي على سيّدنا محمّد وعلى ال سيّدنا محمّد

Mutiara hikmah dari lisan seorang perampok.

Imam Al-ghozali, di masa belajarnya, rajin merangkum pelajaran para gurunya, sehingga rangkuman itu menjadi sebuah kitab yang sangat dia sayangi. Kitab itu beliau beri nama : “Ta`liqoh”(rangkuman atau ringkasan berbagai keterangan). Tentang Ta`liqoh ini, beliau memiliki pengalaman yang unik yang dapat dijadikan teladan oleh para santri dan pelajar.

Beliau bercerita, suatu ketika di sebuah perjalanan, aku dan rombongan kafilah yang lain, di hadang oleh para perampok. Mereka mengambil seluruh bekal dan barang kami dengan paksa. Pada saat itu, aku sangat khawatir dengan buku Ta`liqoh yang aku letakkan di dalam tas, dan tas itu telah mereka rampas. Saat mereka pergi, aku segera mengejar mengikuti mereka untuk menyelamatkan buku itu. Pemimpin mereka berkata kepadaku : “Pergilah ! pulanglah !”. “Jangan mengikuti kami ! Atau engkau mati kami bunuh !.” Aku berkata :”Wahai Fulan !, Demi Allah !, aku minta kembalikan padaku Ta`liqoh itu !” Perampok itu lalu menjawab : “Apa itu Ta`liqoh ?”. Aku segera menjawab :”Itu adalah buku rangkuman ilmu yang telah aku pelajari selama ini. Aku berkelana dan pergi mengembara jauh meninggalkan Negara dan keluarga untuk mendapatkannya. Agar dengannya aku menjadi ahli ilmu. Tolong kembalikan itu kepadaku !” Toh ia tidak kalian butuhkan“. Mendengar ucapanku itu tiba-tiba ia tertawa, seakan-akan ia mengejekku, dan karena ia tertawa, maka perampok yang lainnya juga ikut tertawa bersamanya. Dia lalu berkata kepadaku : “Wahai pemuda ! bagaimana engkau mengaku sebagai ahli ilmu, bila ilmu tidak engkau hafal di hatimu ? Dan hanya engkau titipkan di dalam Ta`liqoh itu ?! Apa jadinya jika buku itu tetap aku rampas dan tidak aku kembalikan kepadamu?! Ilmumu akan hilang dan pergi darimu sebagaimana hilangnya buku itu.” Kemudian dia perintahkan para pengikutnya untuk mengembalikan bukuku itu kepadaku, dan mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.

“Saat aku senang karena berhasil mendapatkan buku itu kembali, aku merasa tertarik dengan kata-kata raja perampok itu.  Aku pikir apa yang dia  ucapkan adalah benar. Ini adalah nasihat dan hikmah yang di kirim oleh Allah Ta`ala untukku, melalui orang itu. Kalau begitu aku harus menghafal ilmu, sehingga seandainya bukuku pergi, atau hilang dariku, maka ilmu akan tetap bersamaku. Dan tidak hilang bersama hilangnya buku itu.

Itulah kesimpulan yang ku dapat di dalam hatiku.

Setelah sampai di kota Thuss, maka aku mulai serius menghafalkan semua ilmu yang tertulis dalam Ta`liqoh itu, sehingga aku berhasil menyelesaikannya dalam masa tiga tahun“.

Maha Suci bagi Allah Ta`ala Yang telah meletakkan kandungan-kandungan ilmu pada segala sesuatu, dan menjadikan itu petunjuk  bagi orang berfikir.

Sebuah kisah tentang Al-imam Al-Ghozali ra : Mutiara yang keluar dari lisan sang perampok

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اللّهمّ صلّي على سيّدنا محمّد وعلى ال سيّدنا محمّد

Mutiara hikmah dari lisan seorang perampok.

Imam Al-ghozali, di masa belajarnya, rajin merangkum pelajaran para gurunya, sehingga rangkuman itu menjadi sebuah kitab yang sangat dia sayangi. Kitab itu beliau beri nama : “Ta`liqoh”(rangkuman atau ringkasan berbagai keterangan). Tentang Ta`liqoh ini, beliau memiliki pengalaman yang unik yang dapat dijadikan teladan oleh para santri dan pelajar. Baca entri selengkapnya »

pelajaran 4 tentang sholat

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

اللهم صلى على سيدنا محمد و على ال سيدنا محمد

Semoga sholawat serta salam selalu terlimpah atas junjungan kami Nabi besar Muhammad SAW dan atas keluarga Nabi Muhammad SAW “ Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam fiqih. Leave a Comment »

pelajaran 3 tentang thoharoh(bersuci)

PELAJARAN 3

ILMU WUDLU


TATA CARA BERWUDLU

1. Membaca basmallah
2. Mencuci ke dua telapak tangan sampai pergelengannya.
3. Ber kumur-kumur.
4 Membasuh wajah berbarengan dengan membaca niat ber-wudlu.
5. memasukkan  air ke dalam lubang hidung lalu mengeluarkannya.

Inilah lafazh niatnya:

نويت الوضوء لرفع الحدث الاصغرفرض لله تعال

Nawaitul wudluu a li rof `il hadatsil ash ghori fardlol lillaahi ta`ala

Artinya : aku niat berwudlu untuk mengangkat hdats kecil karena Allah Taala.

6. Mencuci kedua tangan sampai ke batas sikutnya.
7. Membasahi sebagian kepala dengan air.
8. Mencuci kedua tellinga.
9. Mencuci kaki sampai batas mata kakinya.
10. Tertib, yaitu berurutan satu dengan yang lain.

=============== Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam fiqih. Tag: . Leave a Comment »

pelajaran 2 tentang najis

PELAJARAN 2

Jenis-jenis najis

  1. 1. ANJING DAN BABI

Anjing dan babi adalah termasuk ke dalam golongan najis mugholazhoh/najis yang berat.Jikasalah satu anggota badan kita tersentuh olehnya, maka cara mensucikannya/menghilangkan najisnya adalah : dengan cara membasuh anggota badan yang terkena najis tadi, dengan air suci mensucikan sebanyak 7(tujuh) kali, dan, salah satunya harus di campur dengan tanah yang suci.Dan jika yang terkena najis itu pakaian kita, maka cukuplah membasuhnya dengan air suci mensucikan, sampai air itu benar-benar mengalir pada pakaian yang terkena najis tadi. Setelah itu, baru di bolehkan menyikatnya dengan sabun.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam fiqih. Leave a Comment »