pelajaran 1 tentang air

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صلى على سيدنا محمد و على ال سيدنا محمد

Rasulullah SAW bersabda : “Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi”. (HR. An-Nasaa’i dan Tirmidzi)

Satu jenis perbuatan yang apabila perbuatan itu kita lakukan dengan baik,maka perbuatan yang lainnyapun akan di nilai baik oleh Allah Ta`ala. Tetapi, apabila satu perbuatan itu kita lakukan dengan tidak baik, atau kita lakukan tanpa landasan ilmu, maka perbuatan yang lainnya pun di nilai tidak baik /buruk oleh Allah Ta`ala.

Perbuatan itu bernama : Sholat.

Sholat tak akan sah atau tidak akan di terima jika dikerjakan tanpa berwudlu terlebih dahulu.

Dan berwudlu, wajib dilakukan dengan air yang suci mensucikan.

Dan tak mungkin seseorang tahu apa itu air suci mensucikan tanpa mempelajari ILMU AIR.

Kesimpulan : Diwajibkan bagi siapapun yang ingin agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT, untuk mempelajari ilmu air, mempelajari sifat-sifat air, serta dapat membedakan mana air yang boleh dipakai untuk bersuci, dan mana air yang tidak di bolehkan untuk bersuci.

Pun diwajibkan bagi setiap orang untuk mengenal jenis kotoran dan najis, yang sangat berbahaya jika seseorang beribadah, tapi najis menempel di badan, pakaian ,atau tempatnya,tidak dia ketahui. Mudah-mudahan Allah SWT mengaruniakan pada kita kemudahan dalam mempelajarinya .Aamiien Yaa Robbal `Aalamiin..

Bismillaahir rohmaanir rohiim

Allaahumma sholli `alaa Sayyidina Muhammad wa `alaa aali Sayyidina Muhammad.

Penting ! sebelum memulai mempelajari ilmu-ilmu tentang tata cara ibadah, dan hal-hal yang berkaitan dengannya,  di wajibkan bagi pelajar agama untuk menghafal dan memahami terlebih dahulu istilah-istilah hukumnya berikut ini :

HUKUM-HUKUM DASAR DALAM ISLAM :

  1. Wajib/fardlu      : Hukum suatu perbuatan yang Jika dikerjakan akan mendapat pahala, terapi jika tidak di kerjakan akan mendapat Dosa.
  2. Sunnah                 : Hukum suatu perbuatan yang Jika dikerjakan akan mendapat pahala, dan jika tidak dikerjakan tidak apa-apa?tidak berdosa.
  3. Mubah (boleh) : Hukum suatu perbuatan yang Jika dikerjakan   , ataupun tidak di kerjakan, tidak dapat dosa, dan tidak dapat pahala.(boleh-boleh saja.)
  4. Makruh               : Hukum suatu perbuatan yang: Jika dikerjakan tidak berdosa, tetapi, jika tidak dikerjakan mendapat pahala.
  5. Harram                 : Hukum suatu perbuatan yang Jika di kerjakan berdosa, dan, jika tidak di kerjakan mendapat pahala.

PELAJARAN 1

ILMU AIR

JENIS-JENIS AIR

  1. 1. Air suci mensucikan

Yaitu, air yang turun dari langit, atau muncul dari bumi, serta belum berubah warna, rasa, dan baunya.Serta belum terkena najis atau kotoran , dan belum tercampur dengan zat yang suci. Misalnya : tercampur gula, susu, air kelapa, dll.

Disebut air suci mensucikan karena: air ini suci boleh di minum, dan mensucikan, boleh di pakai untuk bersuci.(seperti mandi hadats besar/junub,    istinja/cebok, dan berwudlu/mengambil air sembahyang.)

Macam-macam air suci mensucikan :

  • Macam-macam air suci mensucikan : Air laut
  • Air sungai
  • Air hujan
  • Air sumur
  • Mata air (Air danau,air keran,air pompa,dll )
  • Air es yang telah mencair
  • Air embun

Jenis-jenis air inilah yang boleh di pakai untuk bersuci. Dan menghilangkan najis, serta mengangkat hadats. Bukan air sabun, dan bukan bukan air yang sudah tercampur lainnya.

1. Air Musta`mal

Yaitu ; Air tetesan pada basuhan pertama saat bersuci. Atau, air sedikit yang terkena tetesan dari basuhan pertama saat bersuci.

Air yang suci, dapat berubah menjadi air Musta`mal di sebabkan karena kecipratan, atau ketetesan air wudlu, pada basuhan yang pertama.

  • Contoh : Ada seseorang yang sedang berwudlu. Di tempat orang itu berwudlu, ada se-ember air suci yang kebetulan di taruh tidak jauh dari tempat orang tadi berwudlu.  Kita ketahui, bahwa basuhan wudlu itu di lakukan 3 kali-3 kali. Saat orang yang tadi sedang berwudlu membasuh wajahnya pada basuhan yang pertama, air basuhannya itu menetes dan mengenai se-ember air suci yang tadi ada tidak jauh dari tempat orang tadi berwudlu. Maka, dengan tersebab tetesan itu,air di dalam ember yang tadinya suci, kini berubah menjadi air Musta`mal.
  • Air Musta`mal tidak bisa di pakai untuk menghilangkan najis, walaupun tampaknya air itu masih bening.

Namun, jika air musta`mal itu hanya di pergunakan untuk mencuci piring, atau menghilangkan kotoran biasa,misalnya tanah yang suci, atau mencuci tangan sehabis makan, dibolehkan.

Sebab, antara kotoran biasa seperti itu dengan najis, sangat berbeda.

Masalah : Jika ada air musta`mal di dalam beberapa wadah, kemudian di kumpulkan pada satu wadah besar, ternyata dari air-air musta`mal yang di kumpulkan itu, mencapai jumlah lebih dari 2 kullah, maka di hukumkan air itu sebagai air suci mensucikan kembali.

2. Air bernajis

Yaitu ; Air yang sudah terkena najis, atau air yang sudah kejatuhan najis di dalamnya.

Air suci berubah menjadi air bernajis jika kejatuhan/tercampur dengan najis, yang najis itu dapat terlihat dengan kasat mata, serta, najis yang tercampur menyebabkan berubah salah satu sifat dari air suci tersebut.

Maka, jika tanganmu, atau salah satu anggota badanmu terkena najis, janganlah engkau memasukkan tanganmu yang kena najis tadi ke dalam air suci yang ada didalam ember, atau tempat penampung air lainnya!

Sebab, jika engkau memasukkannya, najis yang menempel di anggota badanmu tidak akan hilang, malahan justru menjadikan air di dalam ember tadi, menjadi air bernajis.

Tentang apa-apa yang dimaksud dengan najis, dan apa saja bentuknya, dapat di pelajari pada bab Najis.

==============================


BAGIAN-BAGIAN AIR

1. AIR SUCI TIDAK MENSUCIKAN.

Air suci tidak mensucikan adalah :

  • Air musta`mal, dan
  • Air suci yang sudah tercampur dengan zat yang suci, sehingga berubahlah salah satu sifat air tersebut.

Contoh air yang sudah tercampur dengan zat yang suci :

  • Air suci yang tercampur dengan zat gula. Rasanya akan berubah menjadi manis. Artinya, salah satu sifat air itu telah berubah, yaitu rasanya yang berubah menjadi manis. Air ini boleh diminum, tetapi air ini tidak bisa menghilangkan najis.
  • Air suci yang telah tercampur zat sabun.

Air suci ini, dengan tersebab campuran dengan sabun tadi, berarti menjadikannya berubah salah satu sifatnya, yaitu warna dan rasanya. Warnanya menjadi keruh, dan rasanya akan menjadi rasa sabun. Air ini boleh di pakai untuk mencuci kotoran biasa(misalnya untuk mencuci piring yang kotor karena sisa-sisa makanan), TETAPI INGAT ! Air ini sudah tidak bisa menghilangkan najis. Berarti, kalau air sabun ini kita pakai untuk cebok(istinja) hukumnya tidak sah.(atau, najis sisa kencing tadi masih tetap menempel,dan tidak hilang.)

2. AIR BANYAK. (AIR LEBIH DARI 2 KULAH).

Air 2 kullah adalah : Air yang jumlahnya mencapai 216 liter.

Apabila sebuah tempat penampung air, atau kolam, diisikan air hingga penuh. Kemudian, di ukur air yang ada di kolam itu, ternyata banyaknya air mencapai 216 liter atau lebih dari itu, maka, air yang ada di kolam itu di sebut air 2 kullah(air banyak).

Air 2 kullah yang suci, jika kejatuhan najis di dalamnya, maka air itu tetap suci mensucikan. SYARATNYA, air yang kejatuhan najis itu tidak berubah sifat-sifatnya yang 3. Yaitu : Warnanya tidak berubah dari asalnya, bau-nya tidak menjadi busuk, dan rasanya tidak berubah.

3. AIR SEDIKIT (AIR YANG KURANG DARI 2 KULLAH)

  • Air yang kurang dari 2 kullah, harus di letakkan dengan hati-hati. Dan harus di usahakan untuk ditutupi. Sebab, jika sampai air ini kejatuhan najis, maka jadi najislah air ini.
  • Dan perlu di perhatikan, jangan sampai air ini ada di dekat orang yang sedang berwudlu, dan jangan ada di dekat orang yang sedang mandi hadats besar. Sebab, jika air sedikit ini kecipratan atau ketetesan, maka akan mengubahnya menjadi air musta`mal.

PENAMPUNG /WADAH

Sebuah wadah penampung air, mampu menampung air sebanyak 216 liter (2 kullah)  jika wadah itu berukuran :

Panjangnya : 60 cm,

lebarnya : 60 cm,

tingginya : 60 cm

Perubahan-perubahan pada air yang tidak menyebabkan air itu berubah sifatnya yang suci mensucikan

Artinya : Walaupun air ini berubah,tetap air ini suci lagi mensucikan.

  • Air yang berubah karena tempatnya. misalnya : air yang tergenang pada batu belerang.
  • Air yang berubah karena lama tersimpan. Misalnya : Air kolam yang tersimpan lama sehingga warnanya berubah.
  • Air yang berubah karena sesuatu yang terjadi padanya. Misalnya karena beberapa ekor ikan yang sengaja kita masukkan dalam gentong air, agar ikan itu memakan jentik nyamuk.
  • Air yang berubah karena tanah yang suci, dan perubahan yang sukar memeliharanya. Misalnya : karena kejatuhan dedaunan dari pohon yang jatuh di sekitarnya.

===========================

Ditulis dalam fiqih. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: