pelajaran 3 tentang thoharoh(bersuci)

PELAJARAN 3

ILMU WUDLU


TATA CARA BERWUDLU

1. Membaca basmallah
2. Mencuci ke dua telapak tangan sampai pergelengannya.
3. Ber kumur-kumur.
4 Membasuh wajah berbarengan dengan membaca niat ber-wudlu.
5. memasukkan  air ke dalam lubang hidung lalu mengeluarkannya.

Inilah lafazh niatnya:

نويت الوضوء لرفع الحدث الاصغرفرض لله تعال

Nawaitul wudluu a li rof `il hadatsil ash ghori fardlol lillaahi ta`ala

Artinya : aku niat berwudlu untuk mengangkat hdats kecil karena Allah Taala.

6. Mencuci kedua tangan sampai ke batas sikutnya.
7. Membasahi sebagian kepala dengan air.
8. Mencuci kedua tellinga.
9. Mencuci kaki sampai batas mata kakinya.
10. Tertib, yaitu berurutan satu dengan yang lain.

===============

Pembagian wudlu :

Rukun-rukun wudlu.

Yaitu segala hal dalam berwudlu, yang jika salah satunya saja kita tinggalkan/tidak di kerjakan, maka tidak sah wudlunya, yang berarti, batal-lah wudlunya.

1. Niat

Niat  di baca di dalam hati, berbarengan dengan membasuh wajah. Yaitu, niat itu mulai di baca pada saat air yang kita basuhkan ke wajah di basuhan yang pertama menyentuh kulit wajah. Jadi, antara membaca niat dengan menyentuhnya air ke wajah harus berbarengan.Dan niat itu sudah selesai pada basuha yang pertama. Kemudian pada basuhan yang ke dua, dan yang ke tiga, tidak perlu lagi membaca niat wudlu itu lagi.

2. Membasuh wajah

Batas-batas wajah adalah :

Panjangnya : dari mulai tempat tumbuhnya rambut sampai dagu.

Lebarnya : di mulai dari tempt pertemuan pipi kanan dengan anak telinga kanan, sampai tempat pertemuan pipi kiri dengan anak telinga kiri.

3. Mencuci kedua tangan sampaai sikutnya.

Dengan penuh perhatian pada setiap lekukan-lekukan jari, dan kulit yang ada di bawah kuku, agar jangan sampai luput dari air. Artinya, semua yang menjadi bagian dari anggota tangan, dari mulai ujung kuku, sampai sikut harus tersentuh oleh air wudlu-nya.

Bagi yang memakai cincin di jarinya, wajib memutar-mutar atau memaju-mundurkan cincin-nya, agar kulit yang tertutup cincin itupun ikut terbasahi.

4. Membasuh sebagian kepala dengan air.

Sudah di anggap sah apabila yang dibasuh adalah beberapa helai rambutnya. Tetapi syaratnya rambut yang di basuh itu adalah rambut yang tumbuh dekat dengan kulit kepala.

Artinya : jika seseorang memiliki rambut yang panjang, kemudian orang itu membasuh hanya bagian ujung rambutnya saja, maka tidak sah wudlunya. Sebab, ujung rambut yang panjang itu jauh dari kulit kepala.

5. Mencuci kaki sampai mata kakinya.

Dengan memperhatikan setiap lekukan dan lipatan-lipatan pada jari kaki dan selipan-selipan kuku. Pun, kulit yang ada di bawah tempat yang di tumbuhi rambut harus di basahi.

6. Tertib. Berurutan.

Artinya, tidak boleh yang satu mendahulukan yang satunya. Misalnya : membasuh kaki lebih di dahulukan daripada membasuh tangan. Dsb.

==================

Sunnah-sunnah dalam berwudlu

1. Membaca basmalah
2. Bersugi/menggosok gigi
3. Mencuci tangan sampai pergelangannya.
4. Menyesap air ke dalam lubang hidung dan mengeluarkannya.
5. Membasahi seluruh kepalanya dengan air.
6. Mencuci telinga.
7. Mendahulukan membasuh yang kanan dari pada yang kiri.
8. Mmbasuh setiap anggota wudlu 3 kali-3 kali.

9. Menghadap kiblat.

10. Menutup auratnya saat berwudlu.

11. Bersungguh-sunggguh saat membasuh mata kaki.

12. Setelah selesai bewudlu, di sunnahkan menengok ke atas sambil mengangkat kedua tangan, dan berdo`a dengan do`a berikut :

اشهدالااله الاالله وهده لاشريك له, واشهدان سيدنا محمدا عبده ورسوله,اللهم اجعلني من التوابين, واحعلني من

المتطهرين, واجعلني من عبادك الصالحين

Asy hadu alllaa illaaha illallaah, wa asy hadu anna Muhammmadar rasuulullooh, allaahummaj `alnii minat tawwaa biin, waj `alnii minal mutathoh hiriin, waj `alnii min `ibaa dikash shoo li hiin.

Artinya : “aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah,

Yaa Allah, aku mohon jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat, dan jadikanlah aku orang yang mensucikan diri, dan jadikanlah aku termasuk dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

===============

Makruh dalam berwudlu

Adalah : hal-hal yang tidak disukai jika di lakukan ketika berwudlu. Dan janganlah melakukannya, kecuali benar-benar karena terpaksa.

  1. 1. Berbicara ketilka berwudlu.
  2. 2. Menciprat-cipratkan air wudlu-nya.
  3. 3. Mengelap anggota wudlu yang basah dengan kain.
  4. 4. Membasuh anggota wudlu lebih dari 3 kali.
  5. 5. Terbuka auratnya ketika berwudlu.

==================

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN WUDLU

1. Keluar sesuatu dari lubang kemaluan.

Baik itu benda padat, maupun benda cair. Atau yang keluar itu berupa gas, atau yang keluar itu berupa darah. Baik yang keluar itu yang biasa, maupun yang tidak biasa, seperti misalnya; cacing, batu, atau apa saja. Selagi zat itu keluarnya dari dubul ataupun dubur.

2. Hilang akal.

Misalnya : gila, pingsan, mabuk, dan tidur yang sangat lelap, kecuali jika tidurnya bersila.

Tidur terlelap dalam keadaan bersila tidak membatalkan wudlu. Karena di dalam posisi duduk bersila, lubang dubur kita tertutup rapat. Jadi tidak memungkinkan buang angin saat duduk dalam posisi itu.

3. Bersentuhan kulit antara laki-laki dengan perempuan, yang sudah sama-sama besar, dan bukan mahromnya.

Kecuali jika yang tersentuh hanya rambut, kuku, atau giginya. Ketiganya (yakni rambut, kuku, dan gigi.) tidak menjadikan kita batal jika menyentuhnya.

4. Menyentuh kemaluan atau lubang dubur dengan telapak tangan, tanpa adanya penghalang antara kulit kemaluan yang tersentuh, dengan kulit telapak tangan.

Baik yang tersentuh itu kemaluan sendiri, maupun kemaluan orang lain. Walaupun yang tersentuh itu kemaluan anak kecil.

===================

SYARAT SAH WUDLU(SYARAT AGAR WUDLU KITA DITERIMA).

1. Beragama islam.

2. Tidak sedang berhadats besar.

Artinya : tidak sedang dalam keadaan junub, haidl, atau nifas setelah melahirkan.

3. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit.

Misalnya : getah, lilin, sisik ikan, cat, tinta basah(tinta spidol), dll. Tinta yang zatnya kering, seperti yang digunakan untuk pulpen, tidaklah menghalangi sampainya air ke kulit. Artinya, tinta pulpen yang sulit di hilangkan, tidak membatalkan wudlu.

4. Harus dengan air yang suci lagi mensucikan.
5. Mumayyiz. Artinya; sudah dapat membedakan hal yang baik dengan hal yang buruk. Sudah dapat membedakan kanan dengan kiri, sudah dapat membedakan makanan dengan kotoran.

======================

Ditulis dalam fiqih. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: