pelajaran 4 tentang sholat

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

اللهم صلى على سيدنا محمد و على ال سيدنا محمد

Semoga sholawat serta salam selalu terlimpah atas junjungan kami Nabi besar Muhammad SAW dan atas keluarga Nabi Muhammad SAW “

Tata cara sholat dan tuntunan gerakannya

  • Beberapa hal yang harus di perhatikan sebelum sholat :
  • Seseorang yang hendak sholat, pertama kali yang harus ia lakukan adalah bersuci. Yaitu, membersihkan tubuhnya dari segala hadats/kotoran, dengan cara berwudlu.

Tetapi, jika sulit baginya mendapatkan air, maka bolehlah baginya bersuci dengan cara tayammum.(yaitu, bersuci dengan menggunakan debu yang suci, sesuai dengan tata cara tayammum yang sudah di pelajari ilmunya.

  • Kemudian hal ke-dua yang harus dia lakukan adalah, menutupi auratnya dengan pakaian yang bersih, dan tidak bernajis.

Makruh bagi seseorang yang sholat memakai pakaian yang bergambar-gambar, atau banyak tulisannya.

Disunnahkan memakai baju warna putih untuk sholat. Tetapi Jika tidak ada, boleh warna apa saja, asalkan baju itu tidak bernajis dan bukan baju curian.

  • Setelah semua badan pakaiannya bersih, hal yang harus dia lakukan adalah, membersihkan tempat sholatnya.

Lalu setelah badan, pakaian, dan tempatnya suci, mulailah mengerjakan sholat dengan tata caranya berikut ini :

  1. 1. Berdirilah tegak dengan sempurna bagi orang yang mampu untuk berdiri dengan sempurna./tidak sedang sakit.

Berdiri tegak di dalam sholat wajib yang 5 waktu hukumnya wajib, bagi orang yang mampu untuk berdiri tegak.

Tetapi di dalam sholat-sholat sunnah, berdiri hukumnya sunnah.

  • Posisi yang benar saat berdiri :
  • Menghadapkan dirinya ke arah kiblat, dan di jaga agar dadanya jangan sampai berpaling dari kiblat. Jika sampai dada berpaling dari kiblat, maka batallah sholat yang di kerjakan.
  • Badan tidak boleh bungkuk.(kecuali orang yang sakit bungkuk).
  • Tidak boleh berdiri sambil bersandar, baik di tembok atau apapun.
  • Tidak boleh berdiri bersandar pada satu kaki, seperti orang malas.
  • Jarak antara kaki kanan dengan kaki kiri adalah kira-kira satu jengkal. Jadi, tidak boleh terlalu rapat, dan tidak boleh terlalu renggang/mengangkang.
  • Telapak tangan kanan menempel pada paha samping sebelah kanan,
  • Telapak tangan kiri, menempel pada paha samping sebelah kiri.
  • Agar pikiran dapat berkonsentrasi, pandangan mata arahkanlah pada tempat sujud.

Sebab salah satu cara iblis menggangggu orang yang sholat adalah, dengan cara mengajak mata orang yang sholat, agar matanya melirik sana sini.

Boleh memejamkan mata jika itu dapat menambah konsentrasinya.

  • Setelah berdirinya tegak dan sempurna, hal yang di lakukan selanjutnya adalah ; membaca lafazh niat sholat yang akan di kerjakan dengan suara sir (pelan).

________________________

2. Membaca lafazh niat.

Ingat ! membaca lafazh niat sebelum takbiratul ihram hukumnya adalah sunnah. Sedangkan niat yang wajib adalah : Di baca di dalam hati, berbarengan dengan mulut ber-ucap takbir “Allahu akbar”.

Jadi, lafazh niat dengan niat tidaklah sama.

Bedanya adalah :

  • Lafazh niat di ucapkan dengan mulut,
  • Sedangkan Niat diucapkan oleh hati.
  • Mengucap dengan lisan hukumnya sunnnah,
  • Mengucap dengan hati hukumnya wajib.

Dibawah ini adalah bacaan lafazh niat sholat yang 5 waktu :

  • Lafazh niat sholat subuh

اصلى فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة اداء\ مأموما\اماما لله تعال

Ushollii fardlosh shubhi rok`ataini mustaqbilal qiblati adaa al/ma`muumal/imaamal lillaahi ta`aala

Artinya : “aku niat sholat subuh 2 rokaat menghadap qiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta`ala”

  • Lafazh niat sholat zhuhur

اصلى فرض الظهر اربع ركعات مستقبل القبلة اداء\ مأموما\اماما لله تعال

Ushollii fardlozh zhuhri arba a roka `aatim mustaqbilal qiblati adaa al/ma`muumal/imaamal lillaahi ta`aala.

Artinya : “aku niat sholat zhuhur 4 rokaat menghadap qiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta`ala”

  • Lafazh niat sholat `ashar

اصلى فرض العصر اربع ركعات مستقبل القبلة اداء\ مأموما\اماما لله تعال

Ushollii fardlozh `ashri arba a roka aatim mustaqbilal qiblati adaa al/ma`muumal/imaamal lillaahi ta`aala.

Artinya : “aku niat sholat asar 4 rokaat menghadap qiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta`ala”

  • Lafazh niat sholat maghrib

اصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة اداء\ مأموما\اماما لله تعال

Ushollii fardlol maghribi tsalaa tsa roka `aatim mustaqbilal qiblati adaa al/ma`muumal/imaamal lillaahi ta`aala.

Artinya : “aku niat sholat maghrib 3 rokaat menghadap qiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta`ala”

  • Lafazh niat sholat `isya

اصلى فرض العشاء اربع ركعات مستقبل القبلة اداء\ مأموما\اماما لله تعال

Ushollii fardlol `isyaa i arba a roka aatim mustaqbilal qiblati adaa al/ma`muumal/imaamal lillaahi ta `aala.

Artinya : “aku niat sholat isya 4 rokaat menghadap qiblat sebagai makmum/imam karena Allah Ta`ala”

_____________________

Setelah lafazh niat dibaca dengan baik, hal yang berikutnya di lakukan adalah :

3. Takbiratul ihram

Inilah pekerjaan paling sulit yang di lakukan dalam sholat,. Karena, saat mulut /lisan kita mengucapkan “Allaahu akbar”, hati secara bersamaan memasukkan niat.

  • Ucapan “Allaahu akbar” pada Takbiratul ihram hukumnya wajib. Dan ucapannya harus terdengar oleh telinga sendiri. Dan tidak sah/ atau tidak diterima, jika orang yang melakukan sholat mengucapkan takbirnya hanya di dalam hati. Sebab hati adalah tempatnya niat, bukan tempat takbiratul ihram.
  • Ucapan takbir yang benar adalah : “Allaahu Akbar”.
  • Ucapan takbir yang salah adalah : AAllaahu ak baar”, “Allaahuu akbar”, “Allahu Akbaaar”.

Tak boleh membaca panjang, bacaan yang pendek. !

Dan tak boleh membaca pendek, bacaan yang panjang.!

Panjang pendek bacaan wajib benar !

_______________________

4. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram.

Hukumnya sunnah.

Tata cara mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram :

  • Angkatlah tangan dengan posisi telapak tangannya menghadap ke arah kiblat.
  • Jari-jari tangan tidak terlalu rapat, dan tidak terlalu renggang, serta tidak terlalu kaku.
  • Batas mengangkat tangan bagi laki-laki adalah : ujung jari jempolnya sejajar dengan daun telinga yang bawah. (daun telinga yang bawah adalah tempat anak perempuan memasaang anting).
  • Batas mengangkat tangan saat takbir bagi perempuan adalah, telapak tangan sejajar dengan dadanya, dan ujung jari tengahnya sejajar dengan bahu.

___________________

5. Cara membaca niat.

Perhatikan !

Bacaan takbiratul ihram adalah “Allaa hu akbar”.

Diawali dengan huruf A, dan di akhiri dengan huruf R.

Disaat mulut mulai mengucap A, saat itulah hatimu mulai berniat. Dan, niat di hati itu harus sudah selesai pada saat mulutmu mengucap kata “BAR”.

  • Apabila hati berniat sebelum mulut mengucap “A”, maka tidak sah sholatnya.
  • Apabila hati berniat sesudah lisan mengucap “BAR”, maka tidak sah juga sholatnya.

Apabila lisan/ mulut telah selesai mengucap “Allaahu akbar”, tetapi bacaan niat di hati belum selesai, atau baru di baca setengahnya, maka tidak sah juga sholatnya.

Kesimpulan : niat itu wajib di baca di hati, berbarengan dengan lisan mengucap “Allaahu Akbar”.

Niat sholat 5 waktu yang wajib di baca dalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram,hanya terdiri dari 3 kata. Yaitu :

  • Jika sholatnya subuh      : ushollii fardlosh subhi.
  • Jika sholatnya zhuhur     : Ushollii fardlzh zhuhri.
  • Jika sholatnya `ashar       : Ushollii fardlol `ashri.
  • Jika sholatnya maghrib  : ushollii fardlol maghribi.
  • Jika sholatnya `isya          : ushollii fardlol `isyaa i.

_____________________

6. Bersedekap.

Setelah takbiratul ihram dan niat di baca dengan baik, hal yang di lakukan berikutnya adalah :

Keadaan badan masih tetap dalam posisi berdiri sempurna. Posisi tangan di sunnahkan untuk bersedekap dengan cara :

Jari tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri.

Kemudian diletakkanmenempel pada perut.sedikit di atas pusar, dan di bawah dada.

7. Membaca do`a iftitah

Setelah berdirinya baik, kemudian di sunnahkan membaca do`a iftitah dengan lafazh sebagai berikut :

الله اكبر كبيرا,والحمدلله كثيرا,و سبحان الله بكرتو واصيلا, اني وجحت وجهي للذي فطر السماوات والارض جنيفا مسلما وما انا من المشركين, ان صلاتي ونسكي ومحياي وممات لله رب العالمين, لاشريك له وبذالك امرت وانا من المسلمين.

Allaahu akbar kabiiroo, wal hamdu lillaahi katsiiroo, wa subhaanalloohi bukrotaw wa ashii laa. Innii waj jahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wanusukii, wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil `aalamiin. Laa syariika lahuu wabidzaa lika umirtu, wa ana minal muslimiin.

Artinya :“Allah Maha besar dengan sebesar-besarnya, dan segala puji bagi Allah sengan sebanyak-banyaknya, dan maha suci bagi Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku ke hadirat Tuhan pencipta langait dan bumi. Dengan keadaan lurus dan berserah diri. Bahwasanya, sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan seluruh alam semesta.tidak ada sekutu baginya dan dengan yang demikian itu aku telah di perintahkan”.

___________________

8. Membaca ta awwuzh.

Setelah selesai membaca do`a iftitah, kemudian membaca surat yang wajib di baca pada setiap rakaat, yaitu surat Al-Fatihah. Tetapi Sebelum mulai membaca surat Al-fatihah, di sunnahkan membaca ta awwuzh, yaitu meminta perlindungan kepada Allah Ta`ala dari godaan syetan yang senantiasa mengganggu manusia. Inilah lafazh Ta awwuzh :

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

A `uudzu billaahi minasy syaithoonirrojiim

Artinya : “aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

__________________

9. Membaca surat Alfatihah

Surat AlFatihah adalah surat yang wajib di baca pada setiap rokaat di semua  sholat.

Surat al-faatihah terdiri dari 7 (tujuh) ayat, dan memiliki jumlah tasydid/syidah sebanyak 14(empat belas).

Syiddah atau tasydid, menandakan suatu huruf yang wajib di baca dobbel. Contoh :

ّر  = RR بَرَّ = baRRo

Jika pada saat membaca surat Al-Fatihah tasydid-nya hilang satu, atau kelebihan satu, maka batallah sholatnya.

Inilah bacaan surat Al-Fatihah :

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillaahir rohmaa nirrohiim

Artinya : “dengan menyebut nama Allah Yang maha pengasih lagi maha penyayang,”

الحمد لله رب العالمين

Alhamdulillaahi robbil `aalamiin.

Artinya : “segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam,”

الرحمن الرحيم

Arrohmaa nirrohiim.

Artinya : “Yang maha pengasih lagi maha penyayang,”

مالك يوم الدين

Maalikiyaumiddiin

Artinya : “Raja yang menguasai hari pembalasan,”

ايا ك نعبد وايا ك نستعين

iyyaaka na`budu wa iyyaaka nash ta `iin.

Artinya : “Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan haya kepada-Mu kami memohon pertolongan,”

اهدنالصراط المستقيم

Ihdinash shiroothol mustaqiim.

Artinya : “tetapkanlah kami pada jalan-Mu yang lurus,”

صراط الذين انعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولاالضالين

Shiroothol ladziina an `amta `alaihim, ghoiril magh dluu bi `alaihim, waladl dloool liin.

Artinya :”yaitu jalan orang-orang yang telah _engkau berikan ni`mat pada merka, dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

امين Aamiin.

Artinya : “mohon kabulkanlah Yaa Allah.”

Penting ! membaca surat Al-Fatihah tidak sah jika di bathin/ di dalam hati. Sebab surat alfatihah termasuk rukun qouli(ucapan), jadi, wajib terdengar oleh telinga sendiri.

Dan untuk sholat maghrib, isya, dan subuh, di sunnahkan membacanya dengan suara agak keras(jahar). Sunnah membaca jahar tetap berlaku bagi seseorang yang sholat, walaupun sholatnya itu ia lakukan munfarid(sendirian).

______________________

10. Membaca surat pendek

Setelah selesai membaca surat Alfatihah, di sunnahkan untuk membaca surat pendek, pada rokaat yang pertama, dan yang kedua.

Surat-surat pendek, adalah surat yang ada pada juz akhir dalam alqur`an/juz `amma.

Kalau pada saat membaca surat pendek ini terjadi kesalahan dalam membacanya, tidaklah membatalkan sholat yang sedang di kerjakan. Berbeda dengan pada saat membaca surat alfatihah.

___________________

11. Ruku`

Setelah selesai membaca keduanya, yaitu surat alfatihah dan satu surat pendek, kemudian ruku`lah !

Saat badan bergerak dari berdiri menuju ruku`, di sunnahkan mengucapkan “Allaahu akbar” sambil mengangkat kedua tangan, sama seperti pada saat takbiratul ihram.

Posisi ruku` yang benar :

  • Membungkuk, dengan posisi punggungnya rata dengan leher, dan lurus dengan kepala bagian belakang.
  • Kedua telapak tangannya memegang lutut, dengan posisi jari-jari di renggangkan.
  • Thuma`ninah (tidak bergerak-gerak).

Dan ruku` untuk perempuan, :

  • Telapak tangannya memegang lutut, dengan posisi jari-jari sama di renggangkan, tetapi, sikutnya di tempelkan pada perutnya.

Di sunnahkan saat ruku` untuk membaca :

سبحان ربي العظيم وبحمده

Suhaana robbiyal `azhiimi wa bihamdih(i).

Artinya :”Maha suci Tuhan-ku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

Pandangan mata saat ruku` :

Arahkanlah pandangan matamu ke tempat sujud, atau boleh juga mengarahkan pandangan mata ke satu titik antara telapak kaki kanan dan kiri, atau di tengah-tengahnya.

_____________________

12. I`tidal

Setelah sempurna ruku` di lakukan, kemudian bangunlah dari ruku`mu, sambil mengangkat kedua tangan, dan sambil mengucap :

“Sami `allaahu liman hamidah”

Artinya : “Allah Ta`ala mendengar pada siapa yang memujinya.”

Cara berdiri saat i`tidal :

  • Cara berdiri sempurna saat i`tidal, sama seperti saat berdiri waktu membaca lafazh niat sholat. Yaitu, berdiri tegak, dengan kedua telapak tangan menempel pada paha yang samping.
  • Setelah berdiri i`tidal kita benar-benar sempurna, dan sudah Thuma`ninah, barulah kita baca do`a berikut :

ربنا لك الحمد ملء السموت وملء الارض وملء ما شئت من شيء بعد

Robbanaa lakal hamdu mil ussamaa waati wa mil ul ardli wa mil umaa syi`ta min syai im ba`d(u).

Artinya : “Tuhanku, ! segala puji bagi-Mu, dengan pujian yang sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang ada di antara keduanya.”

  • Kemudian turunlah untuk sujud, sambil mengucap : “Allaahu Akbar”.

———————————

13. Sujud

7(tujuh) anggota sujud :

  • 1. Kening/jidat,
  • 2 dan 3 :kedua telapak tangan,
  • 4 dan 5 : kedua lutut,
  • 6 dan 7 : kedua telapak jari kaki.

Cara bergerak dari i`tidal menuju sujud :

  • Turunkanlah kedua lututmu sampai menyentuh tanah/bumi,
  • Kemudian tempelkan kedua telapak tangan pada bumi,
  • Kemudian tempelkan jidat pada bumi, dan
  • Terakhir, tempelkanlah hidungmu pada bumi.

Posisi sunnah telapak tangan saat sujud :

  • Rapatkanlah jari dan arahkanlah ke arah kiblat,
  • Ujung jari sejajar dengan bahu,
  • Sikut tidak boleh di tempelkan ke tanah, sebab jika kita melakukan hal itu, sujud kita akan Nampak seperti anjing yang sedang istirahat, dan nampak seperti orang malas.

Mata di sunnahkan terbuka sambil melihat ke tempat sujud.

Setelah sujudnya sempurna, dan tidak bergerak-gerak lagi, kemudian di sunnahkan membaca do`a ini :

سبحان ربي الاعلى وبحمده

Sub haana robbiyal a`laa wa bihamdih(i).

Artinya : “Maha suci Tuhanku yang maha tinggi, dan segala puji bagi-Nya.”

Selesai sujud, angkatlah badanmu untuk melakukan posisi duduk antara dua sujud, sambil mengucap :”Allaahu akbar”.

——————————-

14. Duduk antara 2 sujud

Keadaan seluruh badan saat melakukan posisi duduk antara 2 sujud :

  • Untuk telapak kaki yang kanan, di sunnahkan di berdirikan, hingga posisi jari-jari kaki kanan (minimal jari jemolnya) menghadap kiblat.
  • Untuk kaki yang kiri ; mata kakinya yang sebelah kiri ditempelkan pada bumi, agar mata kaki yang kanan bisa di duduki.
  • Punggung : jangan bungkuk seperti orang malas ! Tetapi harus tegak dan rata.
  • Dada pun harus rata. Tidak boleh terlalu di condongkan ke depan seperti orang sombong.
  • Kedua telapak tangan : di tempelkan pada paha atas, dengan posisi jari-jari agak di rapatkan, dan lurus ke arah kiblat. Serta, ujung jari tengahnya sejajar dengan ujung lutut.
  • Mata : melihat ke tempat sujud.
  • Setelah posisi duduk telah baik, dan Thuma`ninah, hal selanjtnya yang kita lakukan adalah membaca do`a sebagai berikut :

رب اغفرلي, وارحمني, واجبرني, وارفعني, وارزقني, واهدني, وعافني, واعف عني

Robbigh firlii war hamnii, wajburnii, warfa`nii, warzuqnii, wahdinii, wa `aafinii, wa` fu `annii.

Artinya : “Tuhanku, ampunilah aku,dan rahmatilah aku, dan sempurnakan kekuranganku, dan tinggikan derajatku, dan berilah aku rizki, dan berilah aku petunjuk, dan `afiyatkan aku, dan maafkanlah aku.”

————————————-

15. Sujud ke dua

Cara turun bergerak dari posisi duduk antara dua sujud, menuju sujud yang ke dua :

  • Turunkanlah kedua telapak tangan hingga menempel pada bumi,
  • Dilanjutkan menempelkan jidat ke bumi,
  • Kemudian tempelkan telapak jari kaki ke bumi, sampai posisi ujung jari jempolnya menghadap ke arah kiblat.
  • Selanjutnya, tempelkanlah hidungmu ke bumi.
  • Lalu bacalah do`a sujud, seperti pada sujud yang pertama.
  • Setelah selesai, bangunlah sambil bertakbir, untuk melakukan rakaat yang kedua.

Untuk sholat yang jumlah rakaatnya lebih dari dua ; sebelum berdiri untuk melakukan rakaat yang ke tiga, di sunnahkan untuk melakukan duduk Tahiyyat awwal.

———————————–

16. Tahiyyat awwal

Hukumnya : sunnah muakkad (sunnah yang penting untuk di kerjakan.)

Jadi, walaupun perbuatan ini sunnah, sebaiknya jangan pernah di tinggalkan.!

Posisi badan pada saat duduk tahiyyat awwal, sama seperti saat duduk antara 2 sujud.

Bedanya adalah :

  • Telapak tangan yang kanan di genggam, dengan jari telunjuknya di julurkan ke depan.
  • Kemudian saat ia membaca syahadat, setelah sampai pada ucapan “illallooh, tegakkanlah jari telunjuknya, hingga menunjuk arah kiblat, atau menunjukkan angka satu.
  • Di sunnahkan mata kita untuk menatap jari telunjuk itu.
  • Saat mata melihat jari itu yang menunjukkan angka 1, mantapkanlah keyakinan di hati kita, bahwa Tuhan itu satu. Dia-lah Allah Ta`ala, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Artinya Allah Ta`ala tak membutuhkan pembantu dalam mengatur segala ciptaan-Nya.
  • Inilah bacaan tahiyyat awwal :

التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله, السلام عليك ايها النبي ورحمه الله وبركاته, السلام علينا وعلى عبادالله الصالحين, اشهدالااله الالله, واشهد ان محمدا رسول الله, اللهم صلى على سيدنا محمد

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatulillaah, assalaamu `alaika ayyuhan nabiyyu warohmatulloohi wa barokaatuh, assalumu `alainaa wa `alaa `ibaadillaahish shoolihiin, asyhadu allaa ilaaha illallooh, wa asy hadu anna Muhammadar rasuulullooh, alloohumma sholli `alaa sayydinaa Muhammad.

Artinya : “bermula segala kehormatan, segala keberkahan, segala keselamatan, segala kesempurnaan adalah milik Allah Ta`ala. semoga kesejahteraan  tercurah atas engkau hai nabi Muhammad, serta rahmat dan kesejahteraannya. Semoga kesejahteraan atas kami dan hamba-hamba-Mu yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, mohon limpahkanlah sholawat serta salam atas junjungan kami nabi Muhammad.”

Setelah selesai membaca bacaan tahiyyat awwal, kemudian berdirilah untuk melakukan rakaat yang ke-3.!

Pada rokaat yang ketiga dan yang keempat tidak di sunnahkan untuk membaca surat pendek setelah membaca surat alfatihah.

—————————————

17. Tahiyyat akhir (Tasyahud akhir)

Sholat di akhiri dengan tahiyyat akhir

Posisi badan dalam tahiyyat akhir :

  • Saat duduk tahiyyat akhir, di sunnahkan untuk duduk tawarruq. Yaitu : duduk dengan cara telapak kaki yang kanan di tegakkan hingga menghadap kiblat.

Sedangkan telapak kaki yang kiri, di selipkan di bawah tulang kering kaki kanan, hingga jari-jari kaki yang kiri dapat terlihat dari sebelah kanan.

  • Lalu bokong sebelah kiri di dudukkan hingga menyentuh bumi,
  • Kepala sedikit agak miring ke kanan,
  • Tulang punggung di tegakkan agar tidak terlihat malas.
  • Telapak tangan di letakkan di atas paha, hingga ujung jari sejajar dengan ujung lutut.
  • Posisi telapak tangan yang kanan sama seperti pada saat tahiyyat awwal, yaitu di genggam.
  • Setelah posisi duduknya baik, bacalah do`a tasyahud ini :

التحيات المباركات الصلوات الطيبات لله, السلام عليك ايها النبي ورحمه الله وبركاته, السلام علينا وعلى عبادالله الصالحين, اشهدالااله الالله, واشهد ان محمدا رسول الله, اللهم صلى على سيدنا محمد

Lalu di tambahkan :

وعلى ال سيدنا محمد

Wa `alaa aali sayyidinaa Muhammad

Artinya : “dan solawat semoga juga tercurah atas keluarga Nabi Muhammad”

كما صليت على سيد نا ابرهيم, وعلى ال سيد نا ابرهيم. وبارك على سيد نا محمد وعلى ال سيد نا محمد. كما با ركت على سيد نا ابرهيم وعلى ال سيد نا ابرهيم. في العالمين انك حميد مجيد

Kamaa shollaita `alaa sayyidinaa ibroohiim, wa `alaa aali sayyidinaa ibroohiim.

Wa baarik `alaa sayyidinaa Muhammad wa `alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa baarokta `alaa sayyidinaa ibroohiim, wa `alaa aali sayyidinaa ibroohiim, fil `aalamiina innaka hamiidum majiid.

Di sunnahkan setelah membaca bacaan tahiyyat dan sholawat, sebelum mengucap salam, untuk membaca do`a berikut :

اللهم اني اعوذ بك من عذ ا ب جهنم , واعوذ بك من عذ ا ب القبر , واعوذبك من فتنة المحيا والممات ومن شر فتنة المسيح الدجال

Alloohumma innii a `uu dzubika min `adzaabi jahannam, wa a `uudzubika min `adzaabil qobri, wa a `uudzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid daj jaal.

Artinya : “Ya allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari adzab jahannam, dan aku berlindung kepada Engkau dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah hidup dan mati, dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah Al-Masih Dajjal.”

———————————-

18. Salam

Tutuplah sholat dengan mengucap salam ke sebelah kanan dan kiri.

Ucapan salam pertama adalah Rukun (kewajiban) yang jika tidak kita ucapkan dengan benar, maka batallah sholatnya. Sementara ucapan salam yang ke dua adalah kesunnahan.

Sementara menengok ke kanan dan ke kiri adalah suatu ke sunnahan.

Cara mengucap salam :

  • Ucapan salam ke kanan adalah rukun qouli (ucapan), jadi harus benar-benar di perhatikan lafazh salam tersebut. Dan tidak boleh salah dalam pengucapannya. Baik itu Mad-nya(panjang pendeknya), maupun tasydidnya.(  ّ    )

Lafazhnya adalah sebagai berikut :

السلام عليكم

-As salaa mu `alaikum. (Artinya : “semoga kesejahteraan terlimpah dari Allah Ta`ala untuk kalian,”)

Sunnah pula menambahkannya dengan :

-wa rohmatulloohi wa barokaatuh. (Artinya :”serta rahmat dari Allah Ta`ala dan keberkahannya.”)

Cara menengok ke kanan saat salam :

Wajah mulai di tengokkan ke kanan saat lisan selesai mengucap kata “kum”, pada bacaan “As salaamu `alaikum”.

Sebelum ucapan “as salaamu `alaikum selesai diucapkan, dada tidak boleh ikut bergerak ke kanan !

Batas tengokan yang sempurna adalah : pipi kanan kita dapat terlihat dari belakang. Atau, pipi kanan sejajar dengan bahu sebelah kanan.

Menengok ke kiripun caranya sama seperti menengok ke kanan.

—————————

19. Do`a qunut

Hukum membacanya adalah sunnah mu akkadah.(sunnah yang penting).

Di baca pada rokaat yang kedua sholat subuh, setelah selesai membaca do`a i`tidal, sambil mengangkat kedua tangan.

Jika seseorang menjadi imam pada sholat subuh, ia harus mengeraskan bacaan do`a qunutnya.

Bacaan yang di keraskan adalah, dari mulai bacaan yang pertama sampai bacaan kelima. Dan bagi makmum, meng-amin-kannya.

Kemudian bacaan yang keenam sampai selesai, di baca sir(suara pelan) oleh makmum dan imam.

Do`a qunut

اللهم اهدنا فيمن هديت

وعا فنا فيمن عا فيت

وتولنا فيمن توليت

وبارك لنا فيما اعطيت

وقنا شرما قضيت

فانك تقضي ولا يقضى عليك

وانه لا يذ ل من واليت

ولا يعز من عا ديت

تباركت ربنا وتعاليت

قلك الحمد على ما قضيت

وناستغفرك ونتوب اليك

وصلى الله على سيد نا محمد النبي الامي وعلى اله وصحبه وسلام

1. Alloohummah dinaa fiiman hadaiit (Ya Allah kami mohon berilah kami petunjuk seperti orang yang telah Engkau beri petunjuk)

2. Wa `aafinaa fiiman `aafaiit (dan berilah kami `afiat sebagaimana orang yang telah kau `afiatkan)

3. Wa tawallanaa fiiman tawallaiit (dan periharalah kami di dalam bilangn qaum yang Engkau pelihara)

4. Wa baarik lanaa fiimaa a`thoiit (dan berilah kami keberkahan sebanyak bilangan barang yang Engkau berkahi)

5. Wa qinaa syarromaa qo dlo iit (dan peliharalah kami dan kejahatan yang Engkau takdirkan)

6. Fa innaka taqdlii wa laa yuq dloo `alaiik (maka bahwasanya Engkaulahlah zat berhak menghukum dan tiada dihukumkan)

7. Wa innahuu laa ya dzillu man waalaiit (dan tiada menjadi mulia oleh orang yang Engkau seterukan)

8. Walaa ya `izzu man ‘aadaiit (dan tiada menjadi mulia oleh Engkau seterukan)

9. Tabaarokta robbanaa wata ‘aalaiit (dan Engkaulah Yang Maha Besar wahai Tuhan kami ,dan sungguh Maha Tinggi Engkau)

10. Falakal hamdu ‘alaa maa qodloiit (maka bagi-Mulah segala puji atas segala barang yang Engkau hukumkan)

11. Wa nas tagfiruka wana tuubu ilaiik (dan mohon ampunilah kami dan kami bertobat kepada Engkau)

12. Wa shollalloohu ,alaa sayyidinaa Muhammadi nin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shohbihii wa sallam . ( Dan limpahkanlah keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad Nabi yang ummi,dan juga atas keluarganya ,dan juga para sahabatnya.)

Jika seseorang lupa membaca do’a Qunut,maka disunanhkan untuk melakukan sujud sahwi.

Ditulis dalam fiqih. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: