Sebuah kisah tentang Al-imam Al-Ghozali ra : Mutiara yang keluar dari lisan sang perampok

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اللّهمّ صلّي على سيّدنا محمّد وعلى ال سيّدنا محمّد

Mutiara hikmah dari lisan seorang perampok.

Imam Al-ghozali, di masa belajarnya, rajin merangkum pelajaran para gurunya, sehingga rangkuman itu menjadi sebuah kitab yang sangat dia sayangi. Kitab itu beliau beri nama : “Ta`liqoh”(rangkuman atau ringkasan berbagai keterangan). Tentang Ta`liqoh ini, beliau memiliki pengalaman yang unik yang dapat dijadikan teladan oleh para santri dan pelajar.

Beliau bercerita, suatu ketika di sebuah perjalanan, aku dan rombongan kafilah yang lain, di hadang oleh para perampok. Mereka mengambil seluruh bekal dan barang kami dengan paksa. Pada saat itu, aku sangat khawatir dengan buku Ta`liqoh yang aku letakkan di dalam tas, dan tas itu telah mereka rampas. Saat mereka pergi, aku segera mengejar mengikuti mereka untuk menyelamatkan buku itu. Pemimpin mereka berkata kepadaku : “Pergilah ! pulanglah !”. “Jangan mengikuti kami ! Atau engkau mati kami bunuh !.” Aku berkata :”Wahai Fulan !, Demi Allah !, aku minta kembalikan padaku Ta`liqoh itu !” Perampok itu lalu menjawab : “Apa itu Ta`liqoh ?”. Aku segera menjawab :”Itu adalah buku rangkuman ilmu yang telah aku pelajari selama ini. Aku berkelana dan pergi mengembara jauh meninggalkan Negara dan keluarga untuk mendapatkannya. Agar dengannya aku menjadi ahli ilmu. Tolong kembalikan itu kepadaku !” Toh ia tidak kalian butuhkan“. Mendengar ucapanku itu tiba-tiba ia tertawa, seakan-akan ia mengejekku, dan karena ia tertawa, maka perampok yang lainnya juga ikut tertawa bersamanya. Dia lalu berkata kepadaku : “Wahai pemuda ! bagaimana engkau mengaku sebagai ahli ilmu, bila ilmu tidak engkau hafal di hatimu ? Dan hanya engkau titipkan di dalam Ta`liqoh itu ?! Apa jadinya jika buku itu tetap aku rampas dan tidak aku kembalikan kepadamu?! Ilmumu akan hilang dan pergi darimu sebagaimana hilangnya buku itu.” Kemudian dia perintahkan para pengikutnya untuk mengembalikan bukuku itu kepadaku, dan mereka segera pergi meninggalkan tempat itu.

“Saat aku senang karena berhasil mendapatkan buku itu kembali, aku merasa tertarik dengan kata-kata raja perampok itu.  Aku pikir apa yang dia  ucapkan adalah benar. Ini adalah nasihat dan hikmah yang di kirim oleh Allah Ta`ala untukku, melalui orang itu. Kalau begitu aku harus menghafal ilmu, sehingga seandainya bukuku pergi, atau hilang dariku, maka ilmu akan tetap bersamaku. Dan tidak hilang bersama hilangnya buku itu.

Itulah kesimpulan yang ku dapat di dalam hatiku.

Setelah sampai di kota Thuss, maka aku mulai serius menghafalkan semua ilmu yang tertulis dalam Ta`liqoh itu, sehingga aku berhasil menyelesaikannya dalam masa tiga tahun“.

Maha Suci bagi Allah Ta`ala Yang telah meletakkan kandungan-kandungan ilmu pada segala sesuatu, dan menjadikan itu petunjuk  bagi orang berfikir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: